Pelayanan Publik Jadi Prioritas, Agung Minta OPD Pekanbaru Lebih Responsif
PEKANBARU – Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan respons terhadap kebutuhan masyarakat. Evaluasi rutin dilakukan setiap bulan untuk memastikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, genangan banjir, kebersihan lingkungan hingga bantuan pendidikan, dapat ditangani tanpa berlarut-larut.
Hal itu disampaikan Wako Agung saat rapat koordinasi bersama para camat di Kantor Kecamatan Sail, Rabu (28/10/2026).
Wako Agung mengatakan, rapat koordinasi bulanan menjadi sarana untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menuntaskan pekerjaan yang belum selesai pada bulan sebelumnya. Pertemuan tersebut juga bertujuan mempererat komunikasi antara kepala daerah, camat, dan OPD terkait.
"Setiap bulan, kami melakukan rapat koordinasi. Kami mengevaluasi mana yang belum selesai pada bulan sebelumnya dan mana yang sudah selesai. Inilah gunanya membangun kedekatan antara kepala daerah, camat, dan OPD," ujarnya.
Menurut Wako Agung, koordinasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan warga dapat segera ditindaklanjuti. Ia tidak ingin pelayanan di lapangan terhambat akibat lambatnya respons OPD yang berwenang.
"Saya tidak ingin pelayanan di lapangan terhambat akibat lambatnya respons dari OPD terkait," tegasnya.
Salah satu upaya untuk mempercepat penanganan persoalan di wilayah kecamatan dilakukan melalui program Lestari. Saat ini, setiap kecamatan telah memiliki 15 personel Lestari yang bertugas membantu menangani kebutuhan masyarakat, khususnya terkait kebersihan lingkungan.
Personel tersebut ditempatkan di kantor kecamatan agar koordinasi dan tindak lanjut terhadap persoalan di wilayah masing-masing dapat dilakukan lebih cepat.
"Jangan sampai ada lagi, misalnya, DLHK yang lambat turun. Sekarang kami juga menonjolkan program Lestari. Setiap kecamatan sudah memiliki 15 personel yang fokus menangani apa yang dibutuhkan warga," kata Agung.
Dalam rapat tersebut, persoalan infrastruktur, genangan banjir, dan kebersihan lingkungan menjadi sejumlah hal yang dibahas. Pemko Pekanbaru mendorong koordinasi lintas OPD agar berbagai keluhan masyarakat dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
Selain persoalan lingkungan dan infrastruktur, Pemko Pekanbaru juga mempersiapkan penyaluran bantuan pakaian sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP. Proses pembagian bantuan tersebut ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.
"Kami juga segera membagikan baju sekolah gratis untuk anak-anak. Dalam satu hingga dua hari ini, kami akan menyelesaikannya," ungkapnya.
Di sektor pendidikan, Pemko Pekanbaru turut mengevaluasi program pembebasan ijazah siswa yang masih tertahan, antara lain akibat kendala biaya. Agung menyebutkan, lebih dari 50 persen ijazah siswa yang sebelumnya belum dapat diambil kini telah berhasil dibebaskan.
Ia meminta seluruh kepala OPD mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Menurutnya, kepuasan warga harus menjadi perhatian utama karena pemerintah bertugas memberikan pelayanan publik.
"Memuaskan warga adalah hal yang paling utama karena kita merupakan bagian dari pelayanan. Saya juga ingin seluruh pegawai siap kapan saja dibutuhkan untuk bekerja dan melayani warga," tutup Agung.









Berita Lainnya
Sekda Kota Pekanbaru Lantik 19 Orang Pejabat
Ciptakan SDM Unggul, Firdaus Tekankan Pentingnya Penguatan Pendidikan Usia Dini